Pengolahan Zat Warna Alam dengan Dedaunan Kering


Banyak orang yang mengira bahwa dedaunan yang telah kering yang telah jatuh dari pohonnya sudah tidak memiliki zat warna alam lagi. Ternyata hal itu tidaklah benar. Zat warna alam masih terkandung di dalam dedaunan kering, tetapi konsentrasi warnanya tidak sebaik daun yang masih segar. Namanya juga barang yang telah usang, otomatis tidak sebaik dengan yang masih baik dong….

Dedaunan kering ini dapat menghasilkan warna pada kain cotton dengan warnanya yang soft, yaitu warna kuning (fiksasi tawas) dan abu-abu kehitaman (fiksasi tunjung). Dedaunan yang telah di uji baru sebatas dedaunan kering rambutan. Sebenarnya masih banyak lagi yang harus diteliti.

Pewarnaan alam tidak sevariasi dengan zat warna sintetis. Warnanya sangat terbatas dan tidak sama pada proses perlakuan berikutnya, walaupun digunakan resep yang sama. Hal yang menjadi penentu adalah iklim, unsur hara tanah, jenis tanaman dan perlakuan dari tanaman tersebut.

Dedaunan kering jangan langsung di buang atau di bakar, karena masih dapat digunakan untuk menghasilkan zat warna alam. Setelah digunakan untuk zat warna pada kain ini, barulah diproses untuk kompos organik.

Tata cara pewarnaan kain kapas yaitu, pertama-tama mengambil/ mengumpulkan dedaunan kering yang baru jatuh dari pohonnya yaitu pada pagi hari atau sore hari. Setelah itu dedaunan tersebut di blender atau di giling. Kemudian hasil blender/gilingan tersebut direbus dengan perbandingan 1:10, artinya 1 gram bubuk dedaunan kering di campur dengan 10 cc air, di rebus selama 1-2 jam. Perhitungan waktu rebus setelah air mendidih baru di hitung 1-2 jamnya. Usahakan kapasitas perebusan adalah 20-30% dari wadah untuk pemasakan, karena dapat meluber dari wadah pada saat mendidih. Setelah itu, air rebusan tadi didinginkan sampai suhu airnya sama dengan suhu air biasa. Setelah itu, disaring dengan menggunakan screen + kain yang memiliki kerapatan yang tinggi di atas screen tersebut. Air hasil saringan tersebut yang digunakan untuk mewarnai kain kapas.

Kain kapas di basahi dengan air biasa kemudian di rendam kedalam larutan air pewarnaan alam diatas 30 menit tergantung dari kepekatan warna yang dikehendaki, kemudian kain kapas tersebut di atuskan/diangin-anginkan jangan dipanaskan agar diperoleh warna yang baik sampai kain tersebut hanya lembab saja. Pencelupan dapat dilakukan berkali-kali tergantung selera. Setelah itu, kain dimasukkan kedalam larutan fiksasi tawas/tunjung. Fiksasi dengan tunjung kearah warna yang lebih tua (abu-abu kehitaman) sedangkan fiksasi dengan tawas kearah warna yang lebih muda (kuning). Komposisi larutan fiksasi ialah 1:20, yaitu 1 gr tawas ditambahkan air 20 cc. Proses pencelupan kedalam larutan fiksasi minimal 15 menit agar didapatkan ikatan molekul-molekul zat warna alam yang kuat sehingga didapatkan ketahanan pencucian dan gosokan yang baik. Kemudian dicuci bersih setelah itu diatuskan/diangin-anginkan setelah menjadi lembab kemudian di setrika.

…………………………………….Selamat mencoba…………………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: