Mori Batik


Dilihat dari bahan dasarnya, kain mori dapat berasal dari katun, sutera asli atau sutera tiruan. Mori dari katun, sutera asli atau sutera tiruan. Mori dari katun lebih umum digunakan. Berdasarkan kehalusannya, mori dari katun semula dibedakan atas tiga golongan, yaitu golongan yang sangat halus disebut “Primissima,” golongan halus disebut “Prima” dan golongan sedang disebut “Biru.” Kemudian belakangan ditambah dengan satu golongan kasar yang biasa disebut “kain grey” atau “blaco.” “Primissima mungkin berasal dari kata “primus-prima” yang artinya yang utama dari kelas satu. Memang golongan mori primissima adalah golongan yang paling halus. “Prima” artinya kelas satu, first class, prime. Golongan yang ketiga yang disebut medium atau “biru,” yang biasanya merknya dicetak dengan warna biru. Golongan mori yang empat adalah golongan kasar, dalam pasaran tidak diputihkan sehingga disebut “grey” atau disebut “blaco,” disebut pula mori “merah” karena merknya sering dicap dengan warna merah.

1. Mori Primissima

Mori Primissima adalah golongan mori yang paling halus. Dibuat batik secara batik tulis, jarang dikerjakan secara batik cap. Dulu Indonesia import mori primissima dari negeri Belanda, kemudian mendatangkan pula dari Jepang. Tahun 1970 Pabrik Canbric Medari milik GKBI mulai membangun bagian khusus membuat mori primissima. (P.T. Primissima). Mori primissima ini dulu yang masuk ke Indonesia dari negeri Belanda dengan cap “cent,” sehingga sampai sekarang mori golongan primissima ini disebut pula “mori cap cent” atau “mori cent.” Mori diperdagangkan dalam bentuk piece (blok, geblok, gulungan) dengan ukuran lebar 42 inchi (± 106 cm) dan panjang 17,5 yard (± 15,5 m). susunan atau konstruksi kain ialah dengan nomor benang Ne1 50-56 (Nm 84-110) untuk benang-benang lusi dan Ne1 56-70 (Nm 96-118) untuk benang-benang pakan. Ketetalan atau kepadatan benang untuk lusi antara 105-125 per inchi (42-50 per cm) dan untuk pakan antara 100-120 per inchi (40-48 per cm). kain mori mengandung kanji ringan (dibawah 10%) dan kanji ini belakangan dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dihilangkan dalam cucian.

2. Mori Prima

Mori prima adalah golongan mori halus yang kedua sesudah golongan primissima. Mori golongan prima ini dapat untuk batik halus dan dapat pula untuk batik cap. Mori prima diperdagangkan dalam ukuran tiap piece-nya hampir sama dengan mori primissima. Dulu prima dari Holland ukuran per-piece lebar 40 inchi dan panjang ± 16 Yard. Kemudian prima dari Jepang mempunyai ukuran sama dengan primissima, yaitu lebar 42 inchi dan panjang 17,5 Yard. Susunan kain rata-rata mempunyai tetal benang per inchi untuk lusi 85-105 dan untuk pakan 70-90, sedangkan benangnya dalam nomor sistem Inggris Ne1 untuk lusi antara 36-46 dan untuk pakan antara 38-48. Mori golongan ini mengandung kanji ringan yaitu ± 10%. Hasil pemeriksaan dari prima Jepang memberikan angka rata-rata 10,75%. Untuk batik agak kasar mori tersebut dapat langsung dicap untuk batik halus mori tersebut dihilangkan kanjinya dan diketel.

3. Mori Biru (Medium)

Mori golongan biru ini adalah golongan kualitas ketiga setelah primissima dan prima. Golongan mori ini biasanya untuk membuat batik kasar dan sedang. Ukuran mori biru dalam perdagangan, dulu yang dari Holland lebar 40 inchi dan 16 yard, 30 yard, 40 yard, 45 yard dan 48 yard. Sedangkan yang dari Jepang mempunyai ukuran lebar 42 inchi dan panjang 48 yard. Susunan mori biru ini berkisar ukuran tetal lusi 65-85, tetal pakan 60-70 per inchi, dan nomor benang Ne1 26-34 untuk lusi dan Ne1 28-36 untuk benang pakan.

4. Mori Blaco

Golongan kain yang paling rendah kualitasnya adalah golongan blaco, yang disebut pula golongan mori merah atau kain grey karena biasanya dijual dipasaran dalam keadaan grey atau belum diputihkan. Mori blaco ini sebagian besar sudah dihasilkan didalam negeri, juga para pengusaha batik sendiri ada yang menenun dengan alat tenun bukan mesin. Mori blaco dalam pasaran tiap piece mempunyai ukuran lebar antara 30-43 inchi panjang 48 yard, sedang konstruksi anyamannya nomor benang lusi Ne1 34-20, pakan Ne1 34-20, tetal per inchi lusi 64-68, pakan 48-64.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: